Rabu, 21 Oktober 2009

FP, APAKABAR KABUPATEN MIMPIMU…????



Sebentar lagi Kabupaten Mimpi Manggarai Barat berada pada penghujung satu periode pemerintahan yang menyebut diri sebagai Kabupaten defenitif. Sebuah perjalanan yang sangat pendek penuh kenangan,baik yang terdokumentasi maupun yang terabaikan telah kita lewati. Kita sepakat menyebut rezim pemerintahan Fidel Piton (FP)yang berlalu sebagai rezim “Kacau Balo” dan rezim yang akan datang kita sebut rezim “Pengharapan”
Lalu masa yang sekarang ini mau disebut apa?? Sebuah pertanyaan yang menggelitikan. Rasanya kita belum sepakat untuk menamakanya sebagai masa kini. Sungguh disayangkan memang. Pada hal kekinian seharusnya bisa berhenti sebagai pertanyaan kalau kita tidak bagian dari Kacau Balo pimpinan Fidel Piton yang terkenal kacau balonya. Rakyat Kabupaten Mimpi seharusnya tidak boleh terlalu lama tenggelam dalam pertanyaan tanpa jawaban seperti ini bila Kabupaten mimpi tercinta tidak kacau balo seperti ini.
Selama ini kita hampir kehilangan jawaban besar dan strategis, apa sebab?? Selama ini kita hanya penikmat dari kacau balo yang ada, Begitu muda pangkat dan jabatan disulap, begitu mudahnya anggota keluarga tim suksesnya menjadi pegawai, begitu mudahnya bagi-bagi proyek ,begitu mudahnya ganti rugi pembebasan tanah di trangko yang sekarang mau konflik horisontal, begitu cepatnya bangun fasilitas perkantoran yang megah yang berkwalitas rendah dan masyarakatnya masih tidur di gubuk derita, begitu mudahnya bangun sarana jalan beraspal yang hanya bisa dinikmati dalam 6 bulan, begitu mudahnya pelaksanaan proyek Ubi Aldira, begitu mudanya gonta-ganti mobil dinas yang mewah, begitu mudahnya perjalanan dinas Fidel Piton keluar daerah, begitu mudahnya para pejabat membeli tanah dan membangun rumah-rumah mewah, begitu begonya jatah CPNSD yang tujuanya menaggualangi angka pengangguran intelektual dalam daerah sendiri, faktanya justru dari luar daerah jadi prioritas.
Raja Fidel Piton Cs ke Cina dibiaya oleh perusahaan lalu gendong pulang kampung investor tambang. Hancurkan Hutan,porak porandakan kerak tanah, hancurkan alam pariwisata, hancurkan hak adat, hancurkan peraturan perundang-undangan yang sudah dibuat, hancurkan rasa persaudaraan rakyat di kabupaten mimpi. Dimana-mana Fidel Piton deklarasikan diri sebagai raja yang berbudaya “bantang cama reje leleng” hebat! perbuatanya justru melecehkan adat. Ijin KP (kuasa Pertambangan) dibuat atas dasar perundingan antara investor dan tim suksesnya, di jakarta Fidel Piton melaporkan bahwa sudah mendapat persetujuan rakyat, lalu tidak dalam kawasan hutan lindung. Fidel Piton mulutmu tipu sekaliiii!! Penolakan masyarakat dianggap dari mereka yang bukan dari disiplin ilmu pertambangan. Oleeee tidak sadar fidel piton ternyata dikau mantan guru honor disebuah sekolah di Kabupaten Manggarai Barat, bukan sekolah tambang tapi jubir (juru bicara perusahan tambang). Asa manga saham pribadi one prusahan itu eee……………………..
Dari waktu kewaktu rakyat dibuat tengkar, melawan penolakan dengan preman dan menjaga kebijakan kacau balo Fidel Piton, sedih dan menakutkan! Masa kini yang seharusnya menjadi landasan masa depan Kabupaten Mimpi, harus kehilangan relevansinya. Kita malah sedang menjalani sebuah pembinasaan sesama saudara dalam sebuah ketakutan yang mengerikan. Akankah ini berakhir??
Para Pendahulu serta Deklarator Kabupaten Mimpi telah menyerahkan Kabupaten tercinta ini untuk kita kelolah dengan mengedepankan sebuah harapan meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan modal kearifan local yang ada, tanpa menghancurkan kearifan itu oleh otak kacau balo seperti yang terjadi saat ini. Hebattttttttttttttt Fidel Piton… tegah kau yaa!
Kabupaten yang terbentuk oleh cita-cita; darah, penjarah, air mata serta harta yang tidak sedikit, Kabupaten yang terbangun diatas sebuah cita-cita dan kesadara atas nilai-nilai kemanusiaan yang universal ternodah ulah otak wedollllllll Fidel Piton.

Ingat !!!setiap kali kita bersepakat dengan kelompok orang yang haus akan harta dan Kekuasaan, kita justru diibaratkan menunggang macan. Kekuasaan kemudian selalu di pagari degan sebuah keangkeran. Bila terjadi pergantian kekuasaan selalu menjadi yang sangat mahal, dari segi ekonomi maupun biaya social lainya. Orang-orang yang berkuasa akhirnya dengan mudah berubah menjadi “dermawan dadakan” mendadak datangi rakyat bagi-bagi uang sogokan hasil dari kacau balooooo. Uenak toooooo? Orang-Orang yang berkuasa akhirnya dengan mudah berubah dari kelompok penerima mandat kedaulatan menjadi komplotan kacau balooooo; bisu,tuli dan buta yang sarat dengan konspirasi mempertahankan enaknya kekuasaan Ooeeee kacau baloooo. Bodokkk betul kau e. Hentikan keangkeran Fidel Piton sekarang juga!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar